Baccarat Live Entertainment_Casino Baccarat_Betting Handicap_Online Gaming Forum

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Onlinecashcasino

“Oh, kaOOnline gambling is illegalnline gaOnline gambling is illegalmbling is illegalmu yang ditikung teman sendiOnline gambling is illegalri ya. Kasian.”

Itulah kiranya 5 bahan candaan yang lebih baik dihindari agar tidak ada yang terluka. Apakah dari pembaca ada yang mau menambahkan? Atau berbagi pengalaman? Share di kolom komentar ya.

Ketika kita mempunyai teman yang belum bekerja, atau pindah unit di tempat kerja, jadilah seseorang yang bisa membangkitkan semangatnya, jangan bercanda yang menyakiti perasaannya. Misal nih

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Jangan Bercanda Keterlaluan Tentang Status Hubungan

Berhenti Bercanda Ketika Teman Sedang Terpuruk Karirnya

“Please deh, males-malesan terus”

Hindari Menyampaikan Kekurangan di Depan Orang Banyak

“Kamu tambah gendut lho, seperti babi.”

Dalam masalah cinta, beberapa orang tidak masalah menerima candaan yang berbau mencibir, namun ada beberapa orang yang sedang terluka dalam cinta atau bahkan mengalami trauma dalam percintaan. Dengan bercandaan yang bebau mengejek, bisa saja hal itu membangkitkan luka lamanya. Coba perhatikan ada orang tipe tersebut. Cobalah hati-hati dalam bercanda. Pilih-pilih mana yang bagus dan kurang bagus. Lihat juga karakter orang tersebut.

Bercanda adalah hal yang lumrah kita lakukan setiap harinya. Candaan ringan membuat suasana hangat kedekatan dengan orang di sekitar kita. Namun, ada saatnya kita tahu batasan hal mana saja yang bisa dijadikan sumber candaan maupun kurang cocok. Nah, hipwee akan memaparkan tentang candaan yang berimbas pada hal yang kurang menyenangkan. Lautan itu dalam sekali. Sedalam hati manusia yang kita tidak tahu seperti apa isinya.

“Kamu kalah dalam pertarungan cinta kemarin ya”

“Kamu gimana sih, kerjanya lambat banget.”

Kurangi Candaan yang Menyangkut Pekerjaan dan Gaji

“Kamu kerja jadi .., emangnya kamu senang mirip pembantu gitu? Kerjanya paling gitu-gitu aja kan? Haha”

“Apa? Kamu belum juga kerja? Mau lumutan apa?”, sambil ngakak. Mungkin dia bisa tertawa, tapi hatinya sebenarnya ingin segera bekerja dan banyak beban psikologis di pikirannya.

“30 tahun belum nikah juga, kapan nikah”

Pekerjaan adalah sebuah wujud kecintaan kita terhadap suatu hal. Kita rela banting tulang, peras otak, mengabdikan hidup kita untuk mencari uang saku. Namun teganya ada orang yang bercanda begitu. Sebaiknya hindari bahan candaan yang menurunkan kebahagiaan seseorang.

Kurangi Bercanda Tentang Kekurangan Fisik

“Kamu bulan depan sudah tidak ikut meeting ruangan lagi. Kan kamu sudah pindah unit” sambil tertawa. Cobalah renungi, bila kalian dalam posisi orang tersebut, apakah kalian akan merasa biasa saja atau sedikit tertekan?

“Kamu gajinya 400 ribu sebulan kan? Apa cukup? Haha””

Kekurangan fisik terkadang menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam sikap seseorang. Apalagi kalau kata-kata itu diucapkan di depan umum. Bisa jadi orang tersebut menjadi rendah diri

“Malem Minggu dirumah saja ya Mblo?”

“Kurus amat sih, kamu penyakitan apa?”

Mengatakan kekurangan di depan banyak orang bisa menyebabkan rendah diri

“Tahun 2016 belum nikah juga Mblo?”