Platform_Sports platform betting_Football betting company_Betting platform website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Onlinecashcasino
Blackjack bookmaker advantageweekend kudu jalan dan nongkrong bareng teman semalaman, setelah menikah kamu harus lebih cerdas mengatur waktu supaya keluarga nggak terbengkalai.

Penting untuk tahu seluk beluk sifat calonmu, bahkan saat mereka marah dan ngambek.

Ini terkait dengan kemampuan mengendalikan diri dan kedewaasaan pengelolaan finasial. Pun soal menahan diri dari godaan lawan jenis lain di luar. Intinya, menikah sama cowok begini siap-siap untuk makan hati deh.

Suami adalah sosok yang harusnya jadi pelindung, benteng pertahanan pertama dalam keluarga dan menjadi sosok yang mengayomi. Idealnya sih, cowok yang dewasa dan matang bisa jadi sosok suami yang baik. Pasalnya menikah itu sama sekali nggak mudah. Jika selama ini kamu pikir soal menikah itu yang enak-enaknya saja, faktanya setelah resepsi pernikahan digelar, akan ada setumpuk tanggung jawab yang menanti kamu dan pasangan. Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi lebih baik mundur dulu deh kalau kamu bertemu cowok dengan salah satu atau bahkan 5 ciri berikut ini. Yang model begini cocoknya sih jadi teman nongkrong saja, bukan jadi suami! Kalau sudah terlanjur dipacari bagaimanya? Ada baiknya pertimbangkan untuk menjadikannya mantan saja.

Memang nggak ada manusia yang sempurna di dunia. Kamu tentu akan kesulitan, menemukan pasangan hidup yang 100% sesuai dengan yang kamu inginkan, tapi bukan berarti kamu bisa pasrah begitu saja dan nggak punya pilihan untuk menentukan siapa pasangan yang dewasa, mapan dan siap mengarungi tantangan hidup bersamamu. Paling asyik sih sama cowok yang sudah dewasa dan matang pemikirannya, biar beban hidup bisa dibagi berdua. Intinya, #JanganGegabahNikah ya kalau ketemunya masih tipe cowok yang receh begini!

Sendiri aja bokek mulu apalagi ngurus keluarga yak… via www.pexels.com

Kata siapa menikah harus tunggu jadi jutawan dulu? Syukur-syukur kalau iya (amiiiin!), tapi kalau nggak pun, sebenarnya yang lebih penting adalah kematangan dan kedewasaan dalam mengelola masalah finansial. Kemampuan menafkahi bukan datang dari sekadar punya kerjaan, tapi juga kemampuan untuk menabung, mengatur pengeluaran dan pemasukan dan sebagainya.

Jangan mau kalau calon suamimu ganteng namun ada ‘tetapi’ yang negatifnya via www.pexels.com

Cowok yang masih sulit mendengarkan dan hanya ingin didengarkan, manja dan kesulitan mengontrol emosi apalagi kalau cemburu dan marahnya nggak terkontrol sangat berbahaya dijadikan suami. Rumah tangga itu harus bahagia untuk bisa langgeng dan membesarkan anak dengan optimal. Nggak mau kan, pas pacaran sayang-sayangan eh pas nikah malah dibantingin piring sama panci? Amit-amit deh, kalau sudah begini.

Ingat, nikah itu nanti nggak makan cinta!

Setelah menikah, tampang dan seks itu akan turun jadi ke nomor sekian. Memang sih, merawat penampilan itu penting sebagai identitas diri, tapi itu bukan lagi jadi prioritas atau tolak ukur utama pasangan kita menarik atau nggak. Juga soal seks, yang tetap penting tapi bukan berarti jadi yang nomor 1 di atas segalanya. Kebayang deh kalau masih pacaran saja sudah bahas seks dan minta seks melulu, bakal jadi suami macam apa si doi?